Optimalisasi Aset dan Dukung Peningkatan Perekonomian, Ini Rencana Pengembangan Kawasan PTPN VIII

by -1043 Views
Optimalisasi Aset dan Dukung Peningkatan Perekonomian, Ini Rencana Pengembangan Kawasan PTPN VIII

Insannews.co.id, BANDUNG – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII  adalah perkebunan milik negara yang  bergerak dalam industri sektor Agribisnis. Agrobisnis dengan kegiatan bisnis yang  meliputi penanaman, persiapan lahan,  pembibitan, penanaman, pemeliharaan,  pemrosesan dan penjualan komoditas perkebunan, dan  optimalisasi pemanfaatan  sumber daya.

Fahrial selaku Proyek Manager Kawasan PTPN VIII mengatakan, sesuai dengan Misi Perusahaan, PTPN VIII mengoptimalkan seluruh  sumber daya untuk mencapai peluang pengembangan usaha secara mandiri atau bersama-sama mitra  strategis.

Saat ini ada beberapa program jangka panjang perusahaan di antaranya pengembangan  kawasan Industri dan kawasan wisata di daerah Subang serta Kawasan Walini raya di Kabupaten Bandung  Barat.

Baca juga: Right Sizing Kebun Teh Menjadi Way Out Efektivitas Pengelolaan Teh PTPN VIII

PTPN VIII juga memiliki rencana jangka pendek dan menengah dengan optimalisasi aset di berbagai  wilayah yang tersebar di dua Provinsi (Jawa Barat dan Banten).

“Pelaksanaan proyek tersebut selain bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan juga bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di sekitar area / lingkungan perkebunan khususnya dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya,” katanya.

Kawasan-kawasan tersebut yakni pertama Walini Raya.

Kawasan Walini Raya menjadi salah satu bagian dari Kawasan  Strategis Nasional yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Kawasan Walini Raya terletak di Kebun Panglejar, Bandung Barat, Jawa Barat dengan luasan ± 2.250 Hektar. Kawasan tersebut terbagi menjadi Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Walini seluas ±1.270 Hektar dan sisanya merupakan  Kawasan Non-TOD Walini.

Saat ini, Kawasan TOD Walini sedang melakukan pencarian mitra strategis (1 master development) untuk pengembangan seluruh sektor. Adapun sektor tersebut adalah pariwisata, residential, komersil (pertokoan atau perkantoran), industri (pergudangan dan e-commerce) dan education.

Langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah diperolehnya Rencana Tata Ruang Wilayah dan perijinan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang. 

Sedangkan untuk kawasan Non-TOD Walini masih melakukan penyusunan master plan kajian Highest and best use .

Baca juga: Tingkatkan Kebutuhan Minyak Goreng Dalam Negeri, PTPN VIII Maksimalkan Produksi CPO



#Optimalisasi #Aset #dan #Dukung #Peningkatan #Perekonomian #Ini #Rencana #Pengembangan #Kawasan #PTPN #VIII

Sumber : jabar.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.