Nestapa Warga KBB, Gagal Panen dan Ikan Mati Akibat Sungai Citarum Tercemar Limbah Industri

by -357 Views
Nestapa Warga KBB, Gagal Panen dan Ikan Mati Akibat Sungai Citarum Tercemar Limbah Industri

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

Insannews.co.id, BANDUNG BARAT – Petani dan pencari ikan harus merasakan dampak buruk setelah aliran Sungai Citarum tepatnya di Kampung Cibingbin, RW 04, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tercemar limbah industri.

Seperti diketahui, aliran sungai tersebut tercemar limbah berwarna merah yang mengalir dari belakang pabrik ke aliran sungai. Bahkan, di bibir sungai itu juga terdapat semburan limbah berbusa dan bersuhu panas serta mengeluarkan bau tidak sedap.

Petani asal Kampung Cibingbin, Herman Erwin (46) mengatakan, akibat pencemaran limbah tersebut ia harus mengalami gagal panen karena tanamannya tak bisa tumbuh sempurna, bahkan menyebabkan tanamannya menjadi busuk.

Baca juga: Sungai Citarum di Bandung Barat Tercemar Limbah Industri, Warga Ancam Tutup Saluran Pembuangan

“Dampaknya tanaman padi jadi busuk pada bagian bawahnya, lalu mati. Kalau sudah seperti itu pastinya gagal panen, tapi masih ada sisa sedikit yang bisa diambil,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (19/4/2022).

Terkait masalah ini, dia tidak memiliki solusi lain karena meskipun lahan pertaniannya dikeringkan menghindari pencemaran limbah, hal itu sulit dilakukan karena padi merupakan jenis tanaman yang membutuhkan air.

“Sedangkan kondisi airnya begini (tercemar limbah). Padahal air itu kita sedot dari sungai, memang kondisinya sudah tercemar jadi pasti membusuk tanamannya,” kata Herman.

Bahkan dia bersama petani yang lain pernah mengganti tanaman padi dengan tanaman jagung, tetapi tanaman itu juga tetap mengalami kegagalan panen karena tanahnya sudah bercampur limbah.

“Tanahnya kan tercemar juga karena disiram air sungai, jadi boro-boro bisa untung, bisa balik modal saja sudah enggak mungkin,” ucapnya.

Dadan (35) warga setempat yang setiap hari mencari ikan mengatakan, akibat pencemaran limbah itu dia tak bisa mendapatkan banyak tangkapan karena ikan buruan mereka mati akibat keracunan limbah industri ini.

“Bahkan ikan sapu-sapu saja yang terkenal kuat sama limbah juga mati. Jadi memang sekarang ini kondisinya sudah membahayakan,” katan Dadan.

Sebelumnya, tokoh masyarakat setempat, Rosadi mengatakan, warga sempat mengukur tingkat keasaman atau Ph dan suhu air limbah pabrik yang dibuang ke aliran Sungai Citarum tersebut dan hasilnya jauh melebihi ambang batas normal.

“Kita lakukan pengecekan, bahwa Ph yang keluar dari outpal melebihi ambang batas. Hasilnya itu Ph 14 dan suhunya 40 derajat. Padahal maksimal Ph itu kan 7-9,” ujarnya di tempat yang sama.

Baca juga: Pengelola Pantai Balongan Indah Resah, Lokasi Wisata Tercemar Limbah Minyak Solar, Tuntut Ganti Rugi

Pencemaran limbah tersebut, kata dia, terjadi hampir setiap pagi sejak beberapa waktu belakangan, sehingga warga pun merasa geram karena aliran sungai tersebut menjadi sumber penghidupan.

“Disini banyak warga yang menjadi penjala ikan serta sumber air bagi pertanian. Tapi, bisa kita lihat di sini limbahnya menyembur dan dibuang langsung ke Sungai Citarum,” kata Rosadi.



#Nestapa #Warga #KBB #Gagal #Panen #dan #Ikan #Mati #Akibat #Sungai #Citarum #Tercemar #Limbah #Industri

Sumber : jabar.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.