Minggu Ketiga Juli Diprediksi Jadi Puncak Kasus Omicron BA.4 dan Omicron BA.5

by -12 Views
Minggu Ketiga Juli Diprediksi Jadi Puncak Kasus Omicron BA.4 dan Omicron BA.5

Insannews.co.id, JAKARTA- Minggu kedua atau ketiga Juli diprediksi menjadi puncak kasus virus corona subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan sejumlah negara di dunia sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19 Omicron BA.4 dan Omicron BA.5.

Biasanya, ucapnya, puncak gelombang varian baru virus terjadi sekitar satu bulan sejak kasus pertama ditemukan.

“Seharusnya, di minggu kedua Juli (atau) minggu ketiga Juli kita akan melihat puncak kasus dari BA.4 BA.5 ini,” kata Budi setelah rapat terbatas bersama presiden dan sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Di Indonesia, sejauh ini terdapat 8 kasus subvarian baru itu. Dari jumlah itu, 3 di antaranya merupakan imported case atau kasus impor yang masing-masing berasal dari Mauritius, Amerika, dan Brazil.

Baca juga: Rentan Tertular Virus Corona, 79 Warga Binaan di Lapas Majalengka Dapatkan Vaksinasi Booster

Ketiga warga negara itu terdeteksi subvarian BA.4 dan BA.5 saat menghadiri acara Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali, 23-28 Mei 2022.

Kemudian, 5 kasus lainnya merupakan transmisi lokal, 4 terdeteksi di Jakarta, dan satu lainnya di Bali.

“Hasil pengamatan kami menunjukkan kasus konfirmasi memang terjadi di Jakarta, juga di daerah Jawa Barat, di Banten, dan di Bali. Kami akan terus memonitor kondisinya masih relatif baik dibandingkan dengan negara lain,” ujar Budi.

Menurut hasil pengamatan, kata Budi, puncak dari penularan Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron.

Baca juga: Waspadai Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Kesakitan Rendah

Pasien BA.4 dan BA.5 yang dirawat di rumah sakit pun hanya sepertiga dari kasus Delta dan Omicron.

Kasus kematian subvarian BA.4 dan BA.5 sepersepuluh dari kasus kematian dua varian virus corona terdahulu itu.

“Wala memang BA.4 dan BA.5 ini menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara di dunia, puncak kenaikan kasusnya, hospitalisasinya, dan kematiannya jauh lebih rendah dibandingkan Omicron yang awal,” kata dia.

Ia tetap mewanti-wanti agar seluruh pihak tetap waspada. Ia mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

Warga juga diimbau untuk tetap memakai masker jika berada di kerumunan atau ruangan tertutup. “Tidak ada ruginya kita bersikap hati-hati dan waspada,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menkes Prediksi Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Terjadi Minggu Ketiga Juli”



#Minggu #Ketiga #Juli #Diprediksi #Jadi #Puncak #Kasus #Omicron #BA4 #dan #Omicron #BA5

Sumber : jabar.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.