Kisah Pilu Bayi Meninggal Setelah Dilahirkan, Ibunya Ditahan Tak Bisa Bayar Tunggakan Rumah Sakit

by -127 Views
Kisah Pilu Bayi Meninggal Setelah Dilahirkan, Ibunya Ditahan Tak Bisa Bayar Tunggakan Rumah Sakit

Insannews.co.id – Seorang ibu asal Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, harus menanggung pilu karena bayi yang baru dilahirkannya meninggal dunia. Tak hanya itu ia pun harus ditahan oleh pihak rumah sakit karena sang suami tak sanggup menanggung biaya sebesar Rp 14 juta.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mulanya mendapat kabar tersebut dari Kades Sukajaya. Sang kades sudah berupaya meminta kebijakan rumah sakit untuk bisa memulangkan keluarga tersebut. Sebab pihak keluarga telah membayar Rp 4 juta dan menyisakan utang Rp 10 juta.

Mendengar kabar tersebut Kang Dedi Mulyadi bergegas menuju RSIA Bunda Fathia tempat ibu tersebut ‘ditahan’. Di sana ia bertemu langsung dengan pihak keluarga dari pasien bernama Nani Mulyani.

Suami Nani mengatakan awalnya ia membawa sang istri ke RS Thamrin Purwakarta. Namun karena tidak ada ruang NICU maka dirujuk ke RSIA Bunda Fathia. Setelah ditangani bayi tersebut lahir namun meninggal dunia.

“Katanya jantung. Sebelumnya ibunya juga pendarahan terus,” katanya.

Baca juga: Tak Punya Beras untuk Makan, Seorang Ibu Perajin Gantungan Kunci Menangis di Pelukan Dedi Mulyadi

Kisah Pilu Bayi Meninggal Setelah Dilahirkan, Ibunya Ditahan karena Tak Bisa Bayar Tunggakan Rumah Sakit (dok.dedi mulyadi)

Menurutnya ia sudah membayar Rp 4 juta kepada pihak rumah sakit. Uang tersebut berasal dari hasil gadai tanah. Meski begitu pihak rumah sakit masih tidak mengizinkan pulang karena masih ada sisa tunggakan Rp 10 juta.

Bahkan saat bayi tersebut dimakamkan sang istri tidak diizinkan pulang untuk melihat. “Gak bisa pulang karena administrasinya belum. Bayi meninggal di sini, ibunya (istri) gak bisa bisa lihat pemakaman karena ditahan di sini,” ucapnya.

Kang Dedi pun tak habis pikir dengan upaya rumah sakit melakukan hal tersebut. Sebab menahan pasien tidak menjamin biaya rumah sakit akan lunas. Ia pun meminta untuk bertemu dengan pihak manajemen rumah sakit.

Sambil menunggu pihak manajemen, Dedi bersama keluarga tersebut menuju ruang administrasi. Di tempat tersebut Dedi melunasi semua biaya rumah sakit yang mencapai Rp 10 juta lebih.

Tak lama seorang perempuan yang merupakan pihak manajemen rumah sakit datang menemui Dedi. Saat bertemu, Dedi mempertanyakan kebijakan rumah sakit yang tidak memiliki empati untuk sekadar memberi izin ibu tersebut melihat bayinya terakhir kali sebelum dikuburkan.



#Kisah #Pilu #Bayi #Meninggal #Setelah #Dilahirkan #Ibunya #Ditahan #Tak #Bisa #Bayar #Tunggakan #Rumah #Sakit

Sumber : jabar.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.