Soal Pemimpin Rambut Putih, Demokrat: Jokowi Sedang Pertontonkan Kebodohan

by -600 Views
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani

Senin, 28 November 2022 – 09:28 WIB

VIVA Politik – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, mengkritik keras pernyataan Presiden Jokowi yang mengungkapkan bahwa pemimpin yang memikirkan rakyat adalah yang memiliki rambut putih. Kamhar mengatakan, apa yanh dilakukan Jokowi itu adalah bentuk mempertontonkan kebodohan.

“Apa yang dilakukan Pak Jokowi sejatinya adalah praktek mempertontonkan kebodohan dan pembodohan,” kata Kamhar, dalam keterangan pesan singkatnya kepada awak media, Senin 28 November 2022

Presiden Joko Widodo menghadiri acara silaturahmi dengan relawan Jokowi yang bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 November 2022.

Presiden Joko Widodo menghadiri acara silaturahmi dengan relawan Jokowi yang bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 November 2022.

Photo :

  • ANTARA/Melalusa Susthira K.

Kamhar mengatakan, sampai dengan saat ini tidak ada satu pun penelitian yang menyebutkan ada hubungan antara karakter kepemimpinan dengan warna rambut yang memutih. Yang menjadi pengetahuan umum adalah rambut yang memutih merupakan tanda penuaan, bukan tanda seorang pemimpin yang memikirkan rakyat.

“Tak ada satu pun literatur pada berbagai studi kepemimpinan yang bisa ditemukan bahwa keriput dan rambut putih adalah ciri pemimpin yang tahu penderitaan rakyat dan pro rakyat. Keriput dan rambut putih lebih tepat sebagai tanda-tanda penuaan,” ujar Kamhar

Namun Kamhar memilih untuk berprasangka baik, dan menduga bahwa Jokowi tak mengetahui apa yang disampaikannya. Menurut Kamhar Jokowi hanya sekadar membaca teks pidato yang telah disiapkan oleh timnya tanpa diketahui maknanya.

“Kita berbaik sangka, jangan-jangan Pak Jokowi tidak memahami dengan cermat isi pidatonya, hanya membaca dan membeo pada apa yang disajikan orang disekelilingnya sebagaimana dulu pernah terjadi di awal pemerintahannya menandatangani Perpres yang tak dicermatinya lalu kemudian menyalahkan bawahannya,” kata Kamhar

Sumber: www.viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.